Apakah Minyak Bulus Itu Najis Atau Tidak? Jawabannya..

minyak bulus najis atau tidak

Apakah Minyak Bulus Itu Najis Atau Tidak? Bulus merupakan hewan yang mirip kura-kura namun memiliki moncong. Untuk mendapatkan manfaat bulus yang seperti ini, bulus harus diolah terlebih dahulu menjadi minyak bulus. Minyak bulus merupakan minyak alami yang berasal dari lemak bulus. Lemak yang mencair inilah yang kemudian dijual sebagai minyak bulus yang kaya manfaat.
Berbicara mengenai minyak bulus, mungkin sebagian orang masih takut menggunakannya. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang yang ingin tahu, apakah minyak bulus najis atau tidak.
Apakah Minyak Bulus Najis Dari Sudut Pandang Islam? Pertanyaan, “apakah minyak bulus najis” memang seringkali menjadi bahan perbincangan di forum diskusi online. Padahal sebenarnya, Kita tak boleh langsung menentukan, apakah minyak bulus najis atau tidak hanya karena bulus hidup di dua alam.

Dalam islam sendiri sebenarnya belum ada hadist maupun ayat Al-Qur’an yang melarang dengan tegas menjelaskan halal atau haramnya hewan yang hidup di dua alam, kecuali katak yang memang diharamkan. Meskipun pertanyaan, apakah minyak bulus najis dijawab dengan jawaban tidak, ada baiknya jika membersihkan dahulu sisa minyak bulus yang menempel pada tubuh sebelum ibadah. Bukankah ketika ibadah Kita harus dalam keadaan bersih?
Hukum pemakaian minyak bulus asli – Meskipun ilmu kesehatan atau medis modern terus berkembang, begitu pula dengan perkembangan farmasi atau obat-obatan kimia yang semakin banyak jenisnya, namun metode pengobatan herbal atau obat-obatan alami masih tetap memiliki tempat di hati sebagian orang, bahkan tidak bisa ditinggalkan oleh sebagian orang.

Banyak orang bertanya-tanya tentang hukum mengkonsumsi hewan bernama bulus atau biasa juga disebut labi-labi, tentunya ini akan berkaitan juga dengan hukum pemakaian minyak bulus. Bulus biasanya hidup di air tawar dan dapat pula hidup di daratan.
Hukum Pemakaian Minyak Bulus Menurut Beberapa Ulama
Terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama mazhab mengenai hukum hewan yang hidup di dua alam, ini berlaku pula bagi hukum mengenai pengkonsumsian daging bulus termasuk hukum pemakaian minyak bulus terutama bagi umat islam. Ulama Hanafiyah

Menurut pendapat ulama Hanafiah, semua hewan yang hidup di dua alam tidak halal.
Hukum Pemakaian Minyak Bulus Dari Sudut Pandang Agama Islam
Sebenarnya di dalam Al-Qur’an maupun Hadits, terutama hadits yang shahih, tidak ada dalil yang menjelaskan tentang keharaman hewan yang hidup di dua alam, terkecuali hukum tentang katak dan buaya. Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini shahih)
Dengan demikian hewan bernama bulus atau labi-labi yang termasuk hewan dapat hidup di dua alam, maka dasar hukumnya akan kembali pada kaidah asal yaitu “Hukum asal segala sesuatu itu adalah halal terkecuali bila terdapat dalil yang jelas mengharamkannya”, dan kaidah asal ini pastinya juga berlaku pada hukum pemakaian minyak bulus.

Belum selesai mengenai hukum daging bulus maupun hukum pemakaian minyak bulus, karena Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa setiap hewan air yang dapat pula hidup di daratan, maka hukumnya tidak halal kecuali bila disembelih lebih dulu. Akan tetapi bagi hewan yang tidak memiliki saluran darah seperti kepiting maka hukumnya halal meski tidak melalui penyembelihan lebih dulu.
Jadi kesimpulan mengenai hukum mengkonsumsi daging bulus maupun hukum pemakaian minyak bulus adalah “Dihalalkan hukumnya untuk mengkonsumsi daging bulus dan halal pula hukum pemakaian minyak bulus , asalkan melalui proses penyembelihan terlebih dulu, karena bulus termasuk jenis hewan yang hidup di dua alam dan memiliki saluran darah.”.
Bagi Anda yang selama ini bertanya-tanya mengenai hukum pemakaian minyak bulus sebagai obat alami, maka dengan pembahasan dalam artikel ini tak perlu Anda ragu lagi mengenai hukum pemakaian minyak bulus.

Amankah Minyak Bulus Untuk Ibu Hamil?
Apakah minyak bulus boleh untuk ibu hamil? Tak heran jika banyak wanita yang memilih menggunakan minyak bulus sebagai agen perawatan kecantikan Mereka.Yang menjadi dilema ketika wanita sudah cocok menggunakan minyak bulus adalah ketika Mereka positif hamil. Jika Anda sebelumnya telah menggunakan minyak bulus, teruskan saja dan bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan minyak bulus juga boleh. Sifat dasar minyak bulus adalah menutrisi.