Ingin Gigi Sehat? Coba Makanan-Makanan Berikut Ini!

Selain menyikat gigi dan membersihkan gigi, pola makan yang sehat, dengan flora alami atau tambahan, melindungi gigi dari pembusukan dan menjaga gusi tetap sehat. Pembusukan gigi (rongga dan karies gigi) dan penyakit gusi disebabkan oleh koloni bakteri yang melapisi gigi dengan lapisan lengket yang disebut plak. Jika plak tidak disikat, bakteri ini memecah gula dan pati dalam makanan untuk menghasilkan asam yang menghilangkan enamel gigi. Plak juga mengeras dan bisa menjadi karang gigi, yang dapat menyebabkan peradangan gusi, atau radang gusi.

Dalam diet yang seimbang, terdapat  mineral, vitamin, dan nutrisi penting untuk kesehatan gigi dan gusi. Fluorida, yang ditemukan di makanan, air, dan air yang sudah diolah, telah ditentukan aman dan efektif dalam mencegah lubang pada gigi, dengan tingkat pengurangan 40 sampai 60%.

Masalah gigi yang umum lainnya adalah sariawan, yang tampak menyakitkan, berwarna putih atau kekuningan. Luka tsb dapat tersebar di mulut atau malah dalam kelompok yang lebih besar. Seringkali, sariawan sembuh setelah berminggu-minggu, tapi sariawan yang lebih besar bisa berlangsung berbulan-bulan dan disertai dengan kelelahan, demam, dan bengkaknya kelenjar getah bening. Penyebab sariawan tidak diketahui, namun dokter yakin sariawan ada hubungannya dengan stres atau trauma.

Kaitan Dengan Nutrisi

Mengonsumsi makanan yang tepat memainkan peran besar untuk menjaga gigi dan gusi tetap sehat. Ikuti petunjuk-petunjuk berikut:

Konsumsilah makanan yang kaya akan kalsium. Kalsium membantu gigi dan gusi tetap sehat. Produk susu rendah lemak, minuman kedelai & minuman berbahan dasar beras, salmon kaleng atau sarden (dengan tulang), kacang almond, dan sayuran berdaun hijau gelap adalah sumber kalsium yang sangat baik.

Konsumsilah makanan yang kaya vitamin D. Vitamin D membantu tubuh Anda menyerap kalsium. Anda dapat menemukan Vitamin D pada  susu, minuman kedelai dan minuman berbahan dasar beras, dan ikan berlemak seperti salmon.

Makanlah makanan padat nutrisi. Nutrisi seperti fosfor, magnesium, vitamin C, dan beta karoten juga penting untuk kesehatan gigi. Fosfor, yang dapat ditemukan pada daging, ikan, produk susu dan telur, serta magnesium yang dapat ditemukan dalam biji-bijian, bayam, dan kacang polong, diperlukan untuk pembentukan enamel gigi. Vitamin A membantu membangun tulang dan gigi yang kuat. Sumber beta karoten yang baik, yang dapat dirubah menjadi Vitamin A oleh tubuh, dapat ditemukan dalam buah dan sayuran berwarna oranye dan sayuran berdaun hijau gelap. Vitamin C, dapat ditemukan pada sayuran dan buah sitrus, Vitamin C dapat mencegah gusi berdarah.

Akhiri santapan Anda dengan makanan yang tepat. Saat dikonsumsi di setelah santapan utama, keju yang sudah tua (aged cheeses) dapat membantu mencegah gigi berlubang. Selain menyediakan nutrisi penting, buah dan sayuran berserat keras, seperti apel, wortel dan seledri juga merangsang aliran air liur seperti buah apel yang juga dapat merangsang aliran air liur, yang menurunkan keasaman mulut dan membersihkan partikel makanan. Mereka juga mengurangi penumpukan bakteri penyebab rongga. Hindari makanan lengket seperti buah kering. Hindari makanan bertepung dan bergula. Makanan manis tampaknya sangat terkait dengan gigi berlubang, tapi makanan bertepung, seperti sereal atau kue manis, juga membuat gigi rawan membusuk. Pati yang dicampur dengan amilase, yaitu enzim dalam air liur, dapat menghasilkan bak asam yang mengikis enamel.

Cobalah diet hambar, makanan lunak. Jika luka sariawan yang menyakitkan mengganggu makan, cobalah menyeruput makanan cair atau bubur melalui sedotan. Makanan yang menyebabkan rasa sakit paling sedikit meliputi yoghurt, custard, rice, dan rebus ayam. Hindari makanan asin dan asam.

Periksa apakah persediaan air Anda mengandung fluoride. Tidak semua pasokan air di kota-kota Anda mengandung fluoride, jadi hubungi pemerintah daerah/kota Anda untuk memastikannya. Lubang pada gigi dapat dicegah dengan memberi anak fluorida dalam tahun-tahun petama mereka. Fluorida dipasok melalui air berfluoridasi, minuman dibuat dengan air fluoride, teh, dan beberapa ikan, serta banyak merek pasta gigi dan beberapa obat kumur. Suplemen fluorife tersedia untuk anak-anak yang tidak memiliki akses terhadap air minum berfluoride, namun perhatikan bahwa konsumsi fluoride berlebih dapat menyebabkan bercak-bercak pada gigi.

Selain Makanan

Karena mulut yang kering secara kronis juga berkontribusi membusuk, beberapa strategi berikut dapat membantu untuk merangsang air liur & merawat gigi dan gusi Anda dengan baik.

Mengunyah permen karet. Permen karet tanpa gula dapat merangsang aliran air liur, yang menurunkan asam dan menghaluskan partikel makanan.

Bilas dan sikat setelah makan. Membilas mulut dan menggosok gigi setelah makan merupakan strategi penting untuk mencegah gigi berlubang.

Selalu sikat gigi sebelum tidur. Aliran air liur akan melambat saat tidur; Tidur tanpa menyikat gigi sangat berbahaya. Periksa obat Anda. Obat tertentu bisa mengurangi aliran air liur, seperti klonidin, yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan ADHD pada anak-anak, dan obat jantung atropin dan propranolol.

Jaga gusi Anda. Waktu tidak diobati, penyakit gusi seperti gingivitis dapat menyebabkan periodontitis, infeksi lanjutan yang dapat menyebabkan gigi mengendur dan rontok. Orang-orang yang menggunakan obat-obatan seperti obat kemoterapi atau stereoids sangat berisiko terkena penyakit gusi, dan juga orang-orang yang menderita diabetes, penyakit jantung, dan HIV / AIDS. Selanjutnya, penyakit gusi juga telah dikaitkan dengan endokarditis, suatu kondisi dimana bakteri memasuki aliran darah.

Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan rutin bisa menjaga gigi serta gusi tetap sehat.

Sumber: deherba.com