Menjadi Tahanan Mie Jambret di Penjara

Penjara jelas bukanlah empat menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Di sana berkumpul para pelaku kriminal yang dengan aneka tindak kejahatan atau kekerasan. Namun, pemilik resto Mie Jambret justru menjadikan resto miliknya ala tahanan.

Berlokasi di Margonda, Depok, Jawa Barat, resto Mie Jambret mengusung konsep penjara untuk menarik minat pembeli. Memiliki banyak cabang, Anda yang bertandang ke sana, bakal langsung disambut teriakan kencang: “Tahanan Baru Datang!” Setelah Anda memilih tempat duduk, pelayan akan menghampiri dengan pakaian seperti seorang tahanan zaman dulu.

Yakni memakai kaus dan celana bergaris hitam dan putih. Meja-meja makan juga tersusun seperti di dalam kerangkeng dengan jerujijeruji besi. Setiap sel diberikan nama unik seperti Blok Tahanan Korupsi, Blok Tahanan Wanita, dan sebagainya. Demikian juga dengan menu-menu makanan.

mie jambret depok

Sejumlah istilah kriminal dipakai, seperti mi tahanan umum, mi Tahanan Khusus, mi jambret, nasi bakar jambret, serta nasi ayam jambret. Salah satu menu yang banyak menjadi pilihan pengunjung adalah mi jambret hukuman mati. Makanan ini terkenal karena rasa pedasnya.

Jika ada pengunjung yang bisa menghabiskan satu porsi mie jambret hukuman mati, maka pelayan akan mengambil fotonya dan akan dipanjang dipapan yang bertuliskan ‘Lolos Hukuman Mati’. Tia, salah satu manajer Mie Jambret di Margonda mengatakan, manajemen resto Mie Jambret memang sengaja mengusung konsep penjara untuk menarik minat para pelanggan. “Ini strategi dan inovasi untuk merebut konsumen.

Termasuk penamaan menu yang ada istilah kriminalnya, penampilan pelayan, hingga proses pelayanannya,” ujar Tia yang enggan menyebut nama lengkapnya, pekan lalu. Berfoto ala penjara Untuk menambah kesan para pelanggan, Mie Jambret juga memberikan kesempatan pelanggan untuk berfoto dengan latarbelakang seperti tahanan.

Mie Jambret juga menyediakan aksesoris, agar acara berfoto menjadi lebih bagus. “Jadi bagi para pelanggan yang gemar memamerkan foto mereka di media sosial kami sajikan beragam backdrop khusus,” ujarnya. Ini juga menjadi salah satu stratehi promosi yang dilakukan Mie Jambret. Untuk harga makanan, Anda bisa memesan makanan mulai harga Rp 13.000 sampai dengan Rp 25.000 per porsi untuk Mie Jambret dan Rp 15.000 per porsi untuk Nasi Goreng Hitam.

Tia mengklaim, semua bumbu Mie Jambret merupakan buatan sendiri sehingga menjadi rahasia dapur pengelola. Salah satu pelanggan yang terkesan dengan konsep Mie Jambret adalah Widhi. Mahasiswa UI ini mengaku suka dengan konsep Mie Jambret karena unik dan murah.

“Menurut saya, konsepnya menjual sih, seperti di penjara, bagus dan unik,”. Apalagi dia bisa berfoto-foto di beberapa spot khusus yang disediakan oleh manajemen, untuk dipamerkan di media sosial seperti Instagram dan Facebook-nya.